Home » Uncategorized » Tugas 2

Tugas 2

Kode/Nama Mata Kuliah          : AK507/KOMUNIKASI BISNIS

SKS/Semester/Kelas                  : 2/5/A

  1.  Beberapa hal yang harus dikembangkan dalam penulisan Pesan-pesan Persuasif:

Komunikator harus mampu meyakinkan audiens bahwa ide yang disampaikan dapat dipertanggung jawabkan dan beralasan.Persuasi yang efektif mencakup empat komponen penting, yaitu menetapkan kredibilitas, membuat kerangka argumentasi audiens, menghubungkan audiens dengan hal-hal yang logis dan memperkuat posisi dengan menggunakan bahasa yang baik dan tepat.

  • Kredibilitas ditentukan oleh sejauh mana tingkat kepercayaan dan keandalankomunikator di hadapan audiens. Jika komunikator tidak dapat menghadapi audiensdengan tepat, maka audiens akan cenderung bersikap skeptis dan tidak akanmenerima begitu saja setiap apa yang disampaikan komunikator. Kredibilitas adalah kapabilitas untuk dipercaya oleh orang lain. Salah satu cara untuk menumbuhkan kredibilitas seseorang adalah melaluifakta. Semua bentuk dokumen, file, statistik, jaminan dan hasil riset merupakan buktiobjektif yang dapat mendukung kredibilitas.
  • Kerangka Argumentasi kebanyakan pesan-pesan persuasif mengikuti rencana organisasional AIDA (Attention, Interest, Desire, Action), pengertian dari masing-masing fungsi inidijelaskan sebagai berikut :
  1. Attention (perhatian) Pada fase ini komunikator harus segera dapat meyakinkan audiens di bagian permulaan bahwa komunikator mempunyai sesuatu yang berguna untuk disampaikan. Perkenalkan audiens dengan suatu masalah atau ide yang dapatmembuat mereka mau mendengar pesan-pesan yang akan disampaikan.
  2. Interest (minat) Pada fase ini, komunikator menjelaskan relevansi pesan-pesan dengan audiens. Pernyataan yang telah disampaikan pada fase pertama dikembangkan dengan agak rinci. Tujuannya adalah bagaimana audiens mampu berpikir. Hubungkan atau kaitkan pesan-pesan yang akan disampaikan dengan manfaat secara spesifik yang dapat dinikmati oleh audiens.
  3. Desire (hasrat) Di fase ini, komunikator membuat audiens untuk mengubah keinginanya dengan menjelaskan bagaimana perubahan yang dilakukan dapat memberikan manfaat yang lebih baik bagi audiens. Pastikan bahwa apaun bukti akan digunakan untuk membuktikan gagasan secara langsung relevan dengan pokok bahasannya.
  4. Action(tindakan) Dalam fase ini komunikator menyarankan tindakan spesifik yang diinginkan komunikator terhadap audiens. Selanjutnya, perlu diingatkan kembali bagaimana audiens akan memperoleh manfaat dari tindakan yang akandilakukan tersebut. Yang lebih penting adalah bagaimana mempermudah audiens untuk tindakan tersebut.
  • Memilih Daya Pemikat. Kebanyakan pesan-pesan persuasi menggunakan daya pemikat dengan logika (logical appeals) dan daya pemikat yang emosional (emotional appeal) untuk melakukan persuasi audiens.
    1. Pemikat Emosional. Komunikator dapat memanfaatkan emosi yang dilandasi dengan suatu argumentasi atau dalam bentuk simpati kepada audiens selama pemikat emosional (emotional appeal) tersebut sangat kuat. Komunikator dapatmenggunaka atau memilih kata-kata yang sangat berpengaruh pada emosiseseorang, misalnya merdeka, salam super, luar biasa.
    2. Pemikat Logika. Ketika akan memikat logika audiens, gunakan salah satu dari tiga jenis alasanseperti analogi yaitu menggunakan suatu alasan dari bukti-bukti spesifik menuju bukti-bukti spesifik pula, induksi yaitu memberikan alasan dari bukti-bukti spesifik menujukesimpulan umum, dan deduksi yaitu pemberian alasan dari yang bersifat umum untuk kesimpulan yang spesifik. Ada beberapa hal yang harus dihindari dalam daya tarik logis seperti menghindari generalisasi yang tergesa-gesa, logika Berputar, menyerang lawan, menyederhanakan isu yang rumit, kesalahan asumsi sebab-akibat, analogi keliru, dan menghindari dukungan tidak logis.
    3. Pertimbangan Etika. Pelaku bisnis harus secara etis menginformasikan kepada para pelanggan hal yang berkaitan dengan manfaat ide, organisasi, produk atau tindakan tertentu sehingga para pelanggan dapat mengakui betapa baiknya suatu ide, organisasi, produk, atau tindakan tertantu yang dapat memenuhi kebutuhan mereka. Tunjukkan suatu perhatian kepada audiens dengan mengadopsi sikap audiens dengan perhatian yang jujur untuk dapat memenuhi kebutuhan dan minat mereka.

Keseimbangan diantara pemikat emosional dan pemikat logika bergantung pada empat faktor penting yaitu tindakan yang diharapkan, harapan audiens, tingkat resistensi yang harusdiatasi, dan seberapa jauh komunikator mampu menjual ide / gagasan tersebutkepada audiens.

  1. Berdasarkan cara pengorganisasianya, resume dapat dikelompokan menjadi tiga jenis, yaitu resume kronologis, fungsional, dan kombinasi.
  • Resume Kronologisadalah cara pengorganisasian resume yang didasarkan pada kronologisnya, yaitu pendidikan dan pengalaman sebagai judul isinya. Mana yang harus didahulukan, pendidikan atau pengalaman? Putuskan mana yang lebih memberikan kesan positif bagi pencari kerja.Informasi terkini sebaiknya ditempatkan pada urutan pertama, lalu diikuti berikutnya, misalnya penulisan jenjang pendidikan dimulai dari jenjang pendidikan tertinggi. Bentuk resume ini merupakan bentuk resume tradisional.
  • Resume Fungsionaladalah resume yang disusun atas dasar fungsi-fungsi dalam organisasi yang dapat dilakukannya dengan baik. Resume fungsional memerlukan suatu analisis diri, karier, dan pekerjaan secara lebih lengkap. Beberapa fungsi penting dalam suatu organisasi seperti fungsi pemasaran, keuangan, akuntansi, produksi, sumber daya manusia, penganggaran, komunikasi, hubungan masyarakat, dan sejenisnya dapat dijadikan sebagai judul tersendiri dalam resume.
  • Resume Kombinasiadalah kombinasi antara resume kronologis dan fungsiional. Bentuk resume kombinasi tersebut memberikan suatu keyakinan bahwa persyaratan pendidikan dan pengalaman terpenuhi dan masih menggunakan judul-judul lain yang lebih menekankan pada kualifikasi yang dibutuhkan (resume fungsional). Untuk membuat resume yang baik, perlu diperhatikan empat hal yaitu: kerapian (neatness), sederhana (simplicity), akurat (acuracy), kejujuran (honesty). Dalam menulis resume, usahakan menggunakan kertas yang bersih dan berkualitas yang baik, jangan ada coret-coretan, dan ketiklah dengan memilih huruf yang baik. Aturlah format resume seerapi mungkin, enak dibaca dan berisi. Disamping kerapian, bahasa yang anda gunakan hendaknya jelas, sederhana, tidak bertele-tele.Lagi pula, informasi yang anda sajikan haruslah informasi yang akurat.Yang lebih penting lagi adalah bahwa informasi yang anda sajikan adalah benar, tidak menada-adakan. Dengan kata lain, berikan informasi sejujurnya. Apabila anda ternyata ketahuan memberikan informasi secara tidak jujur, kerugianlah yang akan anda dapatkan. Resume dapat disajikan dalam berbagai macam cara. Sebagaimana anda ketahui, ada tiga cara pengorganisasian resme, yaitu kronologis, fungsional, dan kombinasi.

  1. Hal-hal yang sebaiknya dilakukan dalam wawancara kerja seperti
  • Berdoa dan datang lebih awal ari waktu yang ditentukan
  • Bersikap yakin dan optimis
  • Menyiapkan surat-surat asli
  • Tersenyum secara wajar tidak boleh berlebihan
  • Berpakaian yang rapid an sopan
  • Ketuk pintu sebelum memasuki ruangan wawancara kecuali ada yang mengantar
  • Tunggu sampai anda diperilahkan duduk. Atau anda bisa meminta izin untuk duduk
  • Mengingat nama pewawancara dengan baik
  • Tataplah pewawancara saat diwawancarai
  • Tunjukan kemampuan diri jangan berlebihan
  • Perhatikan dan pahami setiap pertanyaan wawancara dengan baik
  • Bicaralah dengan tegas dan jelas dan atur nada suara dengan tepat
  • Tunjukkan minat dan ketertarikan dan kesungguhan terhadap perusahaan yang akan dilamar

Hal-hal yang sebaiknya dihindari pada saat melakukan wawancara:

  • Datang terlambatKelihatan kesal tanpa menunggu lama
  • Berpenaapilan berlebihan
  • Tanpa persiapan
  • Emosional atau mudah tersinggung
  • Memberikan informasi yang tidak relevan
  • Mengkritik diri sendiri maupun menjelekkan atasan anda
  • Melebih-lebihkan diri dan membual
  • Mmeotong pembicra saat wawacara
  • Mmebuka atau memulai percakapan
  • Melipat tangan dimuka dada
  • Meletakkan tas dimeja pewawancara
  • Bertopang dagu, membungkuk, maupun menundukkan kepala
  • Mengajak keluarga atau teman pada saat melakukan wawancara
  • Membawa tas belanja ata sejenisnya dalam ruangg wawancara

  1. Secara umum presentasi bisnis memiliki 4 tujuan pokok :
    • Menginformasikan pesan-pesan bisnis kepada audiens. Pesan-pesan bisnis yang disampaikan harus menarik ,sederhana , mudah dipahami, dan mudah didengar audiens hindari presentasi yang membosankan ,monoton ,tidak jelas dan bahasanya sulit dipahami.
    • Menghibur audiens. Untuk mencapai tujuan presentasi bisnis seorang pembicara perlu menyiapkan humor-humor segar yang mampu menghidupkan suasana.yang perlu diingat adalah bahwa umur yang diselipkan dalam suatu presentasi bisnis sebagai selingan dan bukan sebagai yang utama.
    • Menyentuh emosi audiens. Dengan gaya bicara dan dengan intonasi yang menarik, seorang pembicara mampu menggugah emosi audiens.
    • Memotivasi audiens. Untuk bertindak sesuatau untuk memotivasai audiens seorang pembicara menyatakannya secara exsplisit dan bukan menggunakan bahasa basa-basi dalam arti bahwa apa yang diinginkan pembiacra harus secara tegas dan jelas tercangkup dalam presentasi.

  1. Menurut Hartman, ada empat poin penting yang perlu diperhatikan sebelum bernegosiasi, antara lain pencarian fakta terutama dari pihak lain (lawan negosisasi), menaksir posisi lawan negosisasi, membuat perencanaan yang baik, dan memilih serta mengatur tim negosiasi. Sementara itu, menurut Casse, ada tiga tahapan penting dalam bernegosiasi, yaitu tahap perencanaan (sebelum negosiasi), tahap implementasi (selama negosiasi), dan tahap peninjauan (setelah negosiasi).
    • Tahap perencanaan negosiasi membutuhkan tiga tugas utama, yaitu merencanakan sasaran negosiasi, memutuskan strategi, dan memperjelas proses negosiasi.
  • Sasaran negosiasi adalah apa hasil yang diharapkan dalam bernegosiasi. Hal ini merupakan salah satu alasan utama mengapa seseorang bernegosiasi. Penentuan sasaran atau target dalam bernegosiasi sangatlah penting sebagai arahan atau petunjuk dalam bernegosiasi. Ada dua jenis sasaran dalam bernegosiasi, yaitu sasaran ideal dan sasaran dasar (batas minimal yang dapat dicapai).
  • Komponen kedua adalah strategi negosiasi yang merupakan cara atau teknik untuk mencapai tujuan bernegosiasi. Untuk mencapai kesepakatan kedua belah pihak memang diperlukan strategi yang tepat. Ada beberapa strategi negosiasi yang dapat anda gunakan dalam bernegosiasi, antara lain : strategi kooperatif, strategi kompetitif, dan strategi analitis.
  • Strategi Kooperatif
  • Sasarannya mencapai kesepakatan kedua belah pihak
  • Memakai semboyan win-win solution
  • Mempercayai pihak lawan
  • Melakukan kompromi jika diperlukan dan timbal balik
  • Menciptakan landasan dan kepentingan bersama
  • Strategi Kompetitif
  • Sasaran strateginya adalah mengalahkan lawan
  • Tidak mempercayai lawan dan siap bertarung
  • Menuntut sebuah konsesi, menegaskan posisi, dan melancarkan tekanan
  • Tidak memberikan apa-apa dan menghabiskan semuanya
  • Strategi Analitis
  • Mempunyai filosofi bahwa seorang negosiator adalah pemecah masalah, bukan seorang petarung
  • Memandang negosiasi sebagai bentuk latihan dalam memecahkan masalah, dan bukannya sebagai permainan
  • Berusaha kreatif dan bersama-sama mencari alternatif solusinya
  • Menggunakan kriteria yang objektif dalam mengambil keputusan
  • Membuat alasan yang rasional dan bukan atas dasar perasaan
  • Komponen ketiga adalah proses negosiasi. Sebelum mencapai tujuan yang anda tentukan sebelumnya, perlu diketahui bahwa dalam negosiasi sangat diperlukan yang namanya proses negosiasi yang melibatkan kedua belah pihak. Proses negosiasi merupakan proses suatu proses tawar-menawar yang diharapkan mampu menghasilkan suatu kesepakatan di kedua belah pihak yang saling menguntungkan. Menurut Casse dalam proses negoasiasi ada enam tahapan penting yang perlu diperhatikan, antara lain: (1) persiapan, (2) kontak pertama, (3) konfrontasi, (4) Kompromi, (5) Solusi, (6) konsolidasi.
    • Tahap Implementasi merupakan tahapan penerapan atau tindakan yang diperlukan agar mencapai sukses dalam bernegosiasi. Implementasi memiliki komponen penting antara lain : taktik negosiasi, ketrampilan negosiasi, dan perilaku negosiasi.
  • Macam-macam taktik negosiasi.
  • Taktik dengan cara anda.
  • Taktik bekerja sama.
  • Taktik tidak bertindak apa-apa.
  • Taktik melangkah ke tujuan lain.
  • Ketrampilan bernegosiasi.
  • Persiapan
  • Memulai negosiasi
  • Strategi dan teknis.
  • Menghindari kesalahan taktis.
    • Tahap peninjauan negosiasi merupakan tahapan setelah berlangsungnya suatu proses negosiasi. Tahapan ini memiliki arti yang sangat penting bagi seorang negosiator dalam meninjau apa yang sudah dilakukannya selama bernegosiasi. Ada beberapa alasan penting mengapa tahap peninjauan negosiasi perlu dilakukan, antara lain :
  • Untuk memeriksa apakah anda sudah mencapai tujuan anda.
  • Jika tidak, maka hal itu dapat menjadi pelajaran sekaligus pengalaman yang sangat berharga bagi seorang negosiator.
  • Jika ya, maka pastikan apa yang sudah anda lakukan dengan baik dan bangunlah kesuksesan anda.

  1. Menurut Dobson, ada beberapa pengaturan tempat duduk yang dapat digunakan untuk penyelenggaraan rapat bisnis, antara lain :
  • Gaya persegi empat (Boardroom style)

Susunan tempat duduk yang berbentuk/gaya persegi empat (boardroom style) dapat digunakan untuk rapat bisnis denan jumlah peserta rapat bisnis yang relative terbatas.

  • Bentuk huruf “U” (“U” Shape Style)
    Susunan tempat duduk yang berbentu huruf “U” (U shape) lebih sesuai digunakan untuk jumlah peserta yang lebih banyak dari pada bentu persegi empat.
  • Gaya ruang kelas (classroom style)
    Susunan tempat duduk yang bergaya ruang kelas (classroom style) dapat digunakan untuk rapat bisnis yang dihadiri oleh para peserta rapat bisnis dalam jumlah yang bisa mencapai ratusan orang.
  • Gaya melingkar (circular style)
    Susunan gaya tempat duduk dengan gaya melingkar (circular style) memberikan peluar interaksi antar peserta menjadi lebih baik dan dalam jumlah yang relative sedikit.

  1. Laporan bisnis adalah suatu laporan yang bersifat netral, memiliki tujuan yang jelas serta menyajikan fakta kepada seorang atau lebih dalam rangka mencapai tujuan bisnis tertentu. Dalam bisnis, secara umum penulisan laporan digunakan untuk memenuhi berbagai keperluan antara lain:
  • Untuk memantau dan mengendalikan operasi perusahaan. Misalnya, laporan operasi, laporan kegiatan karyawan
  • Untuk membantu mengimplementasikan kebijakan dan prosedur yang telah ditetapkan perusahaan. Misalnya kebijakan penempatan karyawan.
  • Untuk memenuhi persyaratan hokum dan peraturan yang berlaku bagi perusahaan. Misalnya, laporan pajak, laporan analisis dampak lingkungan, laporan ketenagakerjaan (perburuhan).
  • Untuk mendokumentasikan kinerja, baik untuk kebutuhan internal maupun kebutuhan eksternal. Misalnya, laporan kinerja, laporan perkembangan kegiatan.
  • Untuk menganalisis informasi dan memberikan masukan bagi pengambil keputusan atas isu tertentu. Misalnya laporan riset, laporan justifikasi.
  • Untuk memperoleh sumber pendanaan dan membuka bisnis baru. Misalnya, proposal penjualan, proposal pengembangan produk baru.

  1. Studi Kasus

Jika Foxconn membangun pabrik di Indonesia, maka hal itu akan menguntungkan pemerintah. Dengan masuknya Foxconn di Tanah Air, diharapkan impor gadget semakin berkurang, karena sudah diproduksi dalam negeri. Selain itu lapangan pekerjaan akan semakin luas otomatis mengurangi jumlah pengangguran di Indonesia.

Logo_Kemendag

KEMENTERIAN PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA

Jl. Ridwan Rais No. 5, Jakarta Pusat, Telp. (62-21) 384-8667, Fax. (62-21) 384-6106


Jakarta, 20 November 2015

Nomor : 000123/Kemendag/2015

Hal      : Pendirian Perusahaan di Indonesia

Yth. Hon Hai Precision Industry Co., Ltd

di Tempat

Dengan Hormat,

Berdasarkan informasi yang kami terima bahwa Hon Hai Precision Industry Co., Ltd. akan menanamkan investasi di Indonesia. Indonesia bisa diperhitungkan mengingat banyaknya sumber daya manusia khususnya insinyur teknik elektro dalam mendukung pabrik yang akan dibangun dan beroperasi tersebut. Terkait lahan, kami akan menawarkan beberapa lokasi strategis di luar pulau jawa, yang siap untuk dijadikan lokasi pabrik. Mengingat hampir semua kawasan industri di pulau Jawa saat ini sudah tidak memiliki lahan kosong yang cukup luas.

Sehubungan dengan hal tersebut, diharapkan menjadi bahan pertimbangan Anda terkait pendirian pabrik di Indonesia. Atas pertimbangan dan kerjasamanya, kami sampaikan terimakasih.

Jakarta, 20 November 2015

Menteri Perdagangan Republik Indonesia

 

Gita Wiryawan

 


Leave a comment