Home » Uncategorized » Tugas 1

Tugas 1

Kode/Nama Mata Kuliah : AK507/KOMUNIKASI BISNIS
SKS/Semester/Kelas : 2/5/A

  1. Gordon I Zimmerman et al. Merumuskan dalam (Deddy Mulyana:2008:4) bahwa kita dapat membagi tujuan komunikasi menjadi dua kategori besar. Pertama, kita berkomunikasi untuk menyelesaikan tugas-tugas yang penting bagi kebutuhan kita untuk memberi makan dan pakaian kepada diri-sendiri, memuaskan kepenasaranan kita akan lingkungan, dan menikmati hidup, kedua kita berkomunikasi utnuk menciptakan dan memupuk hubungan dengan orang lain. Jadi komunikasi mempunyai fungsi isi, yang melibatkan pertukaran informasi yang kita perlukan untuk menyelesaikan tugas dan fungsi hubungan yang melibatkan pertukaran informasi mengenai bagaimana hubungan kita dengan orang lain.
  2. Komunikasi verbal adalah komunikasi yang menggunakan kata-kata baiksecara lisan maupun tulisan. Komunikasi verbal adalah komunikasi yang paling banyak digunakan dalam hubungan antar manusia. Melalui kata-kata mereka menyampaikan emosi, pikiran, gagasa, menyampaikan fakta, dan informasi kemudian menjelaskannya. Dalam komunikasi verbal memegang peranan yang sangat penting. Komunikasi verbal dibagi menjadi beberapa unsur penting, yaitu:

• Bahasa, sesuatu yang memungkinkan orang berbagi makna. Bahasa memiliki banyak fungsi yaitu untuk mempelajari tentang dunia sekitar kita, untuk membina hubungan yang baik diantara sesama manusia, dan untuk menciptakan ikatan-ikatan dalam kehidupan manusia.
• Kata, adalah lambang yang melambangkan atau mewakili sesuatu hal, entah orang, barang, kejadian, atau keadaan.

Sedangkan komunikasi nonverbal adalah komunikasi yang pesannya dikemas dalam bentuk nonverbal, tanpa kata-kata. Dalam kehidupan sehari-hari komunikasi nonverbal jauh lebih banyak dipakai daripada komuniasi verbal. Komunikasi nonverbal lebih jujur mengungkapkan hal yang mau diungkapkan karena spontan. Komunikasi non verbal dapat berupa bahasa tubuh, tanda (sign), tindakan/perbuatan (action) atau objek (object).
• Bahasa Tubuh. Bahasa tubuh berupa raut wajah, gerak kepala, gerak tangan,, gerak-gerik tubuh mengungkapkan berbagai perasaan, isi hati, isi pikiran, kehendak, dan sikap orang.
• Tanda. Dalam komunikasi nonverbal tanda mengganti kata-kata, misalnya, bendera, rambu-rambu lalu lintas darat, laut, udara; aba-aba dalam olahraga.
• Tindakan/perbuatan. Yaitu menghantarkan makna, misalnya ketika menggebrak meja dalam pembicaraan, menutup pintu keras-keras pada waktu meninggalkan rumah, menekan gas mobil kuat-kuat. Semua itu mengandung makna tersendiri.
• Objek. Menyampaikan arti tertentu. Misalnya, pakaian, rumah, perabot rumah, harta benda, kendaraan, hadiah.

3. Komunikasi memiliki enam tahapan yaitu :
• Pengirim mempunyai suatu ide atau gagasan.
• Pengirim mengubah ide menjadi suatu pesan.
• Pengirim menyampaikan pesan.
• Penerima menerima pesan.
• Penerima menafsirkan pesan.
• Penerima memberi tanggapan dan mengirim umpan balik kepada pengirim
Keenam tahapan dalam proses komunikasi tersebut dapat digambarkan dalam sebuah diagram menurut Djoko Purwanto yaitu :

Gambar 2.2

ini (2)

Tahapan Dalam Proses Komunikasi

Sumber : Djoko Purwanto, Komunikasi Bisnis, hal 12.

• Tahap Pertama : Pengirim Mempunyai Suatu Ide/Gagasan. Sebelum proses penyampaian pesan dapat dilakukan, pengirim pesan harus menyiapkan ide atau gagasan apa yang ingin disampaikan kepada pihak lain atau audiens. Ide dapat diperoleh dari berbagai sumber yang terbentang luas di hadapan kita. Dunia ini penuh berbagai macam informasi baik yang dapat dilihat, didengar, dibaui, dikecap, maupun diraba. Ide-ide yang ada dalam benak disaring dan disusun ke dalam suatu memori yang ada dalam jaringan otak, yang merupakan gambaran persepsi kita terhadap kenyataan.
• Tahap Kedua : Pengirim Mengubah Ide Menjadi Suatu Pesan. Dalam suatu proses komunikasi, tidak semua ide dapat diterima atau dimengerti dengan sempurna. Proses komunikasi dimulai dengan adanya ide dalam pikiran, yang lalu diubah ke dalam bentuk pesan-pesan seperti dalam bentuk kata-kata, ekspresi wajah, dan sejenisnya, untuk kemudian disampaikan kepada orang lain. Agar ide dapat diterima dan, dimengerti secara sempurna, pengirim pesan harus memperhatikan beberapa hal, yaitu subjek (apa yang ingin disampaikan), maksud (tujuan), audiens , gaya personal, dan latar belakang pesan.
• Tahap Ketiga : Pengirim Menyampaikan Pesan. Setelah mengubah ide-ide ke dalam suatu pesan, tahap berikutnya adalah memindahkan atau menyampaikan pesan melalui berbagai saluran yang ada kepada si penerima pesan. Saluran komunikasi yang digunakan untuk menyampaikan pesan terkadang relatif pendek, tetapi ada juga yang cukup panjang. Disamping itu, dalam menyampaikan suatu pesan, berbagai media komunikasi, media tulisan maupun lisan dapat digunakan. Oleh karena itu, perlu diperhatikan jenis atau sifat pesan yang akan disampaikan.
• Tahap Keempat : Penerima Menerima Pesan. Komunikasi antara seseorang dengan orang lain akan terjadi, bila pengirim (komunikator) mengirimkan suatu pesan dan penerima (komunikan) menerima pesan tersebut. Jika seseorang menyampaikan sepucuk surat, komunikasi baru bisa terjalin bila penerima surat telah membaca dan memahami isinya.Jika seseorang menyampaikan pidato di hadapan umum, para pendengar sebagai audiens harus dapat mendengar apa yang dikatakan dan memahami pesan-pesan yang disampaikan.
• Tahap Kelima : Penerima Menafsirkan Pesan. Setelah penerima menerima pesan, tahap berikutnya adalah bagaimana ia dapat menafsirkan pesan. Suatu pesan yang disampaikan pengirim harus mudah dimengerti dan tersimpan di dalam benak pikiran si penerima pesan. Selanjutnya, suatu pesan harus dapat ditafsirkan secara benar bila penerima pesan telah memahami isi pesan sebagaimana yang dimaksud oleh pengirim pesan.
• Tahap Keenam : Penerima Memberi Tanggapan dan Umpan Balik ke Pengirim. Umpan balik adalah penghubung akhir dalam suatu mata rantai komunikasi. Umpan balik tersebut merupakan tanggapan penerima pesan yang memungkinkan pengirim untuk menilai efektivitas suatu pesan. Setelah menerima pesan, komunikan akan memberi tanggapan dengan cara tertentu dan memberi sinyal terhadap pengirim pesan. Sinyal yang diberikan oleh penerima pesan beraneka macam, dapat berupa suatu senyuman, tertawa, sikap murung, cemburut, memberi komentar sekilas (singkat), anggukan sebagai pembenaran, atau pesan sacara tertulis.

4. Berikut ini definisi Komunikasi Lintas Budaya menurut para ahli:
• Komunikasi Lintas Budaya menurut Stewaet L. Tubbs komunikasi lintas budaya adalah komunikasi antara orang-orang yang berbeda budaya (baik dalam arti ras, etnik, atau perbedaan-perbedaan sosio ekonomi)
• Komunikasi Lintas Budaya menuut Hamid Mowlana komunikasi lintas budaya sebagai human flow across national boundaries. Misalnya: dalam keterlibatan suatu konferensi internasional dimana bangsa-bangsa dari berbagai Negara berkumpul dan berkomunikasi satu sama lain.
• Komunikasi Lintas Budaya menurut Fred E. Jandt komunikasi lintas budaya sebagai interaksi tatap muka di antara orang-orang yang berbeda budayanya.
• Komunikasi Lintas Budaya menurut wiliam (1966) dalam Samovar dan Porter (1976) kmunikasi lintas budaya berkisar pada perbandingan perilaku komunikasi antar budaya dengan menunjukan persamaan dan perbedaan:
– Presepsi dari pengalaman, peran lingkungan sosial dan fisik
– Kognisi terdiri dari unsur-unsur khusus kebudayaan, proses bahasa, dan cara berpikir.
– Sosialisasi dan kepribadian seperti tipe-tipe budaya pribadi yang mempengaruhi etos, tipologi karakter atau watak bangsa.
• Komunikasi Lintas Budaya menurut Purwasito (2003) komunikasi lintas budaya sebagai analisis perbandingan yang memprioritskan relativitas kegiatan kebudayaan. Komunikasi lintas budaya umumnya lebih terfokus padahubungan antar bangsa tanpa harus membentuk kultur baru sebagaimana yang terjadi dalam komunikasi antar budaya.

5. Komunikasi pemasaran (bahasa inggris: marketing communication) adalah sarana bagi perusahaan untuk menginformasikan, membujuk, dan mengingatkan konsumen secara langsung maupun tidak langsung tentang produk dan merek yang dijual.
Jenis-jenis komunikasi pemasaran:
a. Penjualan perorangan adalah bentuk komunikasi pemasaran antar individu dimana tenanga penjual wiraniaga menginformasikan, mendidik, dan melakukan persuasi kepada calon pembeli untuk membeli produk atau jasa perusahaan. Usaha penjualan ini dengan memberikan diskon kepada pengecer dan meyakinkan mereka melalui pengiklan contohnya pemberian produk secara Cuma-Cuma dank upon yang dapat mendongkrak penjualan.
b. Iklan komunikasi massa melalui surat kabar, majalah, radio, televise dan media lain atau komunikasi langsung yang dibuat husus untuk pelanggan antar bisnis maupun pemakai akhir.
c. Promosi penjualan terdiri dari semua kegiatan pemasaran yang mencoba merangsang terjadinya pembelian dalam waktu singkat. Promosi penjualan berorientasi konsumen menggunakan kupon, kontes, undian, potongan harga setelah pembelian.
d. Pemasaran sponsorship yaitu aplikasi mempromosikan perusahaan dan merek mereka dengan mengasosiasikan perusahaan atau salah satu dari merek dengan kegiatan tertentu.
e. Publisitas biasanya dilakukan dalam bentuk berita atau komentar editorial mengenai produk atau jasa dari perusahaan. Bentuk-bentuk ini dimuat dalam media cetak atau televisi karena perwakilan media menganggap informasi tersebut penting dan layak disampaikan kepada khlayak mereka.
f. Komunikasi di tempat pembelian ini melibatkan peraga, poster, tanda dn berbagai materi lain yang didesain untuk mempengaruhi keputusan untuk membeli ditempat pembelian.

6. Ada tiga teknik atau cara yang dapat di perlukan untuk menentukan ide pokok :
1) Teknik Brainstorming yaitu penentuan ide pokok dengan membiarka pikiran mencari bebrbagai kemungkinan ide pokok secara leluasa. Ide yang diperoleh dengan cara tersebut akan lebih berfariatif, baru dan orisinil.
2) Petunjuk atasan dalam organisasi yang menganut system senioritas, para pelaksana cenderung meminta petunjuk atasan dalam menentukan ide pokok.
3) Kebiasaan untuk situasi yang relative sama atau kejadian yang berulang-ulang, biasanya dikembangkan ide pokok tertentu yang relative sama. Penentuan ide pokok di lakukan berdasarkan kebiasaan.

7. Pendekatan Tak Langsung (indirect approach) merupakan pendekatan yang paling lazim digunakan untuk penulisan pesan-pesan yang mempunyai dampak kurang menyenangkan kepada audiens (bad-news). Dalam pendekatan tak langsung terdapat 4 bagian penting, yaitu (1) pembuka, (2) alasan pendukung keputusan-keputusan negatif, (3) pernyataanbad-news, dan (4) penutup positif yang bersahabat.
1) Pembuka, tahap awal dalam menggunakan pendekatan tak langsung adalah menempatkan audiens pada situasi yang netral melalui pernyataan tanpa beban bagi audiens Anda. Pernyataan netral yang mengantarkan pernyataan bad-news sering disebut dengan buffer.
Dalam menulis paragraf pembuka, ada beberapa hal yang perlu dihindari seperti mengatakan “Tidak”, menggunakan frase yang tidak relevan, permohonan maaf, penulisan buffer yang terlalu panjang.
Pendekatan Langsung suatu pesan yang kurang menyenangkan yang diorganisasikan dengan pendekatan langsung akan diawali dengan suatu pernyataan bad-news, selanjutnya diikuti dengan berbagai alasan yang mendukungnya, dan diakhiri dengan penutup yang bersahabat.
Walaupun relatif jarang diterapkan, pendekatan ini memiliki suatu keuntungan yaitu audiens hanya memerlukan waktu yang relatif singkat untuk sampai pada ide pokoknya yaitu bad-news. Suatu pendekatan organisasi direct approach dapat diterapkan jika penerima pesan lebih menyukai pesan langsung ke poin yang dituju, pesan tersebut mempunyai pengaruh yang kecil terhadap si penerima pesan dan pesan disampaikan secara empati.
Jenis-jenis pesan badnews diantaranya:
a. Bad-Newss tentang Produk
Bad-news berkaitan dengan produk antara lain kenaikan harga produk, penarikan kembali produk, kadaluarsa produk, produk rusak atau cacat. Bagi pelanggan, Bad-news tentang produk tentunya memberikan dampak negatif bagi mereka.
b. Penolakan Kerja Sama
Dalam dunia bisnis, menjalin kerja sama dengan pelaku bisnis lain merupakan hal yang seharusnya dilakukan untuk lebih memperkuat jaringan pemasaran suatu perusahaan. Namun, dalam praktiknya bisa saja terjadi suatu penolakan kerja sama bilamana bentuk kerjasamanya merugikan di pihak lain.
c. Penolakan Undangan
Bila harus mengatakan “tidak” atas suatu undangan teman bisnis, anda dapat menggunakan pendekatan langsung dan pendekatan tak langsung. Penggunaan kedua pendekatan tersebut sangat bergantung pada seberapa dekat hubungan anda dengan pihak lain.
8. Studi Kasus
Langkah-langkah British Motor Corporation (BMC) agar konsumen mengerti bahwa badnews menggambarkan suatu keputusan tegas:
1. Meyakinkan konsumen bahwa keselamatan dan keamanan menjadi tanggung jawab perusahaan.
2. Menjelaskan kepada konsumen bahwa perusahaan akan berkomitmen untuk belajar dari pengalaman dan berusaha lebih baik
3. Perusahaan memberikan alasan yang efektif, sehingga hal tersebut dapat membantu konsumen untuk mengerti bahwa keputusan perusahaan wajar dan logis.
4. Menyampaikan badnews diikuti dengan memberikan pemecahan masalah atas masalah yang dihadapi kepada konsumen.

             bmc

BRITISH MOTOR CORPORATION

Austin Factory at Longbridge, Great Britain


Longbridge, 20 November 2015
Nomor : 001/11/BMC
Perihal : Penarikan mobil MINI Cooper Hardtop
Lampiran : —

Yth,
Konsumen BMC
di Tempat
Dengan Hormat,
Terimakasih kami sampaikan atas kesediaan pelanggan untuk mempercayai MINI Cooper Hardtop model 2015. Merupakan suatu hal yang penting bahwa kami mampu mengatasi masalah yang terjadi pada produk kami.
Sebagaimana telah diketahui bahwa MINI Cooper Hardtop model yang dibuat pada 12 Agustus hingga 2 September 2014 mengalami permasalahan pada perangkat penyetel kursi penumpang bagian depan mobil, yang dapat menimbulkan risiko bagi pengguna. Saat ini masalah tersebut dalam proses penanganan sebagai bagian dari kampanye keselamatan MINI. Selanjutnya para teknisi di diler MINI akan memperbaiki bagian adjuster kursi tersebut.
Diharapkan pelanggan dapat bekerja sama dengan kami dalam melakukan upaya kampanye keselamatan. Kami akan melakukan penarikan 846 unit mobil MINI Cooper Hardtop model 2015 untuk segera kami tangani.
Atas perhatian dan kerjasamanya kami sampaikan terimakasih.
Hormat Kami,

Ghina Siti Fatimah PN
Head Sales Manager

Sumber
Purwanto, Djoko. 2011. Komunikasi Bisnis Edisi Keempat. Jakarta : Erlangga
http://faisal-wibowo.blogspot.co.id/2013/01/komunikasi-verbal-dan-nonverbal.html
http://riccamiaww.blogspot.co.id/2013/11/pengertian-komunikasi-lintas-budaya.html
http://msvebrya.blogspot.co.id/2012/01/perencanaan-pesan-pesan-bisnis.html
http://blogandiani.blogspot.co.id/2014/03/makalah-komunikasi-bisnis-bad-news.html


Leave a comment